
PT KAI Peringati HUT Ke-81 Dan Perkuat Aksesibilitas Layanan
PT KAI Peringati HUT PT Kereta Api Indonesia (Persero) memasuki usia ke-81 pada 28 September 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan perkeretaapian Indonesia selama lebih dari delapan dekade. Selain itu, KAI terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam.
Dalam perjalanannya, layanan kereta api berkembang dari sistem loket menuju ekosistem transportasi berbasis digital. Dahulu, masyarakat harus mendatangi stasiun untuk mendapatkan informasi jadwal dan membeli tiket perjalanan. Kini, berbagai kebutuhan perjalanan dapat di lakukan melalui platform digital Access by KAI.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat membeli tiket, memilih tempat duduk, serta memantau perjalanan. Selain itu, tersedia fitur Trip Planner dan Live Tracking untuk membantu pelanggan mengatur perjalanan. Dengan demikian, transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemudahan akses layanan.
Pada Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi tiket jarak jauh dan lokal. Angka tersebut setara sekitar 76,34 persen dari seluruh transaksi melalui berbagai kanal. Sementara itu, jumlah pengguna terdaftar mencapai 30.449.049 orang hingga 30 Juni 2026.
PT KAI Peringati HUT KAI juga mengembangkan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses keberangkatan pelanggan. Pada Semester I 2026, fasilitas tersebut di gunakan 5.555.034 pelanggan kereta jarak jauh. Karena itu, perjalanan 81 tahun KAI turut di tandai oleh perubahan teknologi dan pola pelayanan.
Memperluas Akses Transportasi Publik Bagi Masyarakat
Memperluas Akses Transportasi Publik Bagi Masyarakat selain transformasi digital, KAI terus memperkuat akses masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Upaya tersebut mencakup layanan antarkota, lokal, perkotaan, bandara, hingga perjalanan berbasis kawasan aglomerasi. Dengan demikian, kereta api tidak hanya melayani perjalanan antarkota.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 7,09 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sekitar 317,7 juta pelanggan menggunakan layanan publik yang memperoleh dukungan pemerintah.
Layanan publik tersebut mencakup skema Public Service Obligation dan layanan perintis. Karena itu, keberadaan kereta api turut mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dengan karakter perjalanan berbeda. Layanan tersebut di gunakan untuk bekerja, belajar, berdagang, mengakses fasilitas publik, hingga melakukan perjalanan wisata.
Sementara itu, Commuter Line menjadi salah satu layanan dengan jumlah pelanggan terbesar. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, layanan tersebut melayani 277.272.682 pelanggan. Selain itu, LRT Jabodebek mencatat 21.809.797 pelanggan pada periode yang sama.
KAI juga memperluas konektivitas melalui layanan regional dan aglomerasi. Beberapa contohnya mencakup layanan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Barat, Aceh, dan wilayah lainnya. Dengan begitu, transportasi berbasis rel dapat menghubungkan pusat kegiatan dengan kawasan penyangga.
Selanjutnya, pengembangan layanan mempertimbangkan kapasitas, jadwal, fasilitas stasiun, keselamatan, serta integrasi antarmoda. Oleh karena itu, aksesibilitas transportasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah perjalanan. Aspek kenyamanan, keterjangkauan, dan kemudahan berpindah moda juga menjadi bagian penting.
Momentum HUT PT KAI Menegaskan Komitmen Layanan Yang Semakin Terintegrasi
Momentum HUT PT KAI Menegaskan Komitmen Layanan Yang Semakin Terintegrasi Peringatan HUT ke-81 menjadi momentum bagi KAI untuk memperkuat peran kereta api. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menekankan pentingnya keselamatan, profesionalisme, dan perluasan manfaat transportasi. Menurut KAI, transportasi yang kuat perlu memberikan akses semakin luas bagi masyarakat.
Selain itu, KAI terus mengembangkan layanan digital untuk menyederhanakan pengalaman pelanggan. Access by KAI kini menghubungkan enam layanan transportasi berbasis rel. Layanan tersebut mencakup kereta antarkota, kereta lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, kereta bandara, dan kereta cepat.
Integrasi tersebut memungkinkan pelanggan mengatur berbagai kebutuhan perjalanan melalui satu platform. Bahkan, pelanggan dapat merencanakan perpindahan layanan dengan informasi perjalanan yang lebih terhubung. Karena itu, digitalisasi di arahkan untuk mendukung mobilitas yang semakin praktis.
Di sisi lain, KAI juga memperhatikan aspek keterjangkauan dalam pengembangan transportasi publik. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, layanan kereta jarak jauh dan lokal melayani 35.257.646 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 7,63 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Keterjangkauan tersebut penting karena transportasi menjadi bagian dari pengeluaran masyarakat sehari-hari. Dengan pilihan layanan yang beragam, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pengeluaran. Selain itu, konektivitas yang baik dapat membantu masyarakat menjangkau pusat pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
Memasuki usia 81 tahun, KAI menghadapi kebutuhan mobilitas yang terus berkembang. Oleh sebab itu, perusahaan mengarahkan transformasi pada keselamatan, pelayanan, teknologi, dan aksesibilitas. Dengan langkah tersebut, kereta api terus di posisikan sebagai bagian penting dari sistem transportasi publik Indonesia PT KAI Peringati HUT.