
Pan Zhanle Rebut Emas 100M Gaya Bebas Over Kim Youngbeom
Pan Zhanle Rebut Emas nomor 100 meter gaya bebas putra pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia memenangkan final di Tokyo Aquatics Centre pada Minggu, 20 September 2026. Pan mencatat waktu 47,61 detik dan mengungguli perenang Korea Selatan, Kim Youngbeom. Dengan demikian, Pan kembali menjadi juara setelah sebelumnya memenangkan nomor tersebut di Hangzhou 2023.
Persaingan final berlangsung sangat ketat sejak awal hingga sentuhan terakhir di dinding kolam. Kim Youngbeom sempat memimpin ketika perlombaan memasuki sekitar 75 meter. Namun, Pan terus menjaga ritme dan meningkatkan kecepatannya pada bagian akhir perlombaan. Akhirnya, Pan menyentuh dinding lebih dahulu dengan keunggulan hanya 0,04 detik.
Kim harus puas meraih medali perak setelah mencatat waktu 47,65 detik. Sementara itu, rekan senegaranya, Hwang Sun-woo, mengamankan perunggu dengan waktu 47,79 detik. Dengan hasil tersebut, Korea Selatan membawa pulang dua medali dari nomor 100 meter gaya bebas. Selain itu, Pan berhasil menjaga dominasi China pada nomor tersebut di Asian Games.
Pan Zhanle Rebut Emas raihan emas tersebut memperpanjang catatan Pan sebagai juara Asian Games nomor 100 meter gaya bebas. Sebelumnya, ia menjadi juara pada edisi Hangzhou tiga tahun lalu. Kini, Pan kembali menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi persaingan perenang terbaik Asia. Oleh karena itu, final di Tokyo menjadi salah satu perlombaan paling ketat dalam nomor tersebut.
Kim Youngbeom Sempat Memimpin Perlombaan
Kim Youngbeom Sempat Memimpin Perlombaan Kim Youngbeom memasuki final dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil cepat pada babak sebelumnya. Ia juga merupakan pemegang rekor nasional Korea Selatan nomor 100 meter gaya bebas. Selain itu, Kim memiliki catatan terbaik nasional 47,39 detik sebelum tampil di Asian Games. Karena itu, persaingan dengan Pan menjadi salah satu duel utama pada nomor tersebut.
Dalam perlombaan final, Kim mampu menjalankan strategi dengan sangat baik pada sebagian besar jarak. Ia bahkan merasa berada dalam posisi untuk memenangkan emas ketika perlombaan memasuki 25 meter terakhir. Namun, ritmenya kemudian terganggu ketika Pan mulai melakukan akselerasi menuju dinding finis. Akhirnya, Kim harus menerima kekalahan dengan selisih waktu sangat tipis.
Kim mengakui bahwa dirinya kehilangan ritme pada bagian akhir perlombaan. Sebelumnya, ia merasa 75 meter pertama berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, tekanan pada 25 meter terakhir membuat Pan mampu mengambil momentum kemenangan. Dengan demikian, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Kim pada Asian Games pertamanya sebagai peraih medali individu.
Meski gagal mendapatkan emas, Kim tetap mencatat pencapaian penting dalam kariernya. Medali perak tersebut menjadi medali individu pertamanya di Asian Games. Sebelumnya, ia hanya memperoleh dua medali dari nomor estafet pada edisi tiga tahun lalu. Selain itu, Kim menilai hasil tersebut memberikan kepercayaan diri untuk menghadapi nomor berikutnya.
Pan Zhanle Kembali Rebut Emas Dan Tunjukkan Kecepatan Di Kolam
Pan Zhanle Kembali Rebut Emas Dan Tunjukkan Kecepatan Di Kolam Pan Zhanle datang ke Tokyo dengan status juara Olimpiade dan pemegang rekor dunia nomor 100 meter gaya bebas. Ia sebelumnya mencatat rekor dunia 46,40 detik ketika meraih emas Olimpiade Paris 2024. Namun, catatan tersebut bukan menjadi target utama dalam final Asian Games kali ini. Sebaliknya, Pan lebih berfokus mengamankan kemenangan dan mempertahankan gelar juara.
Pada babak penyisihan, Pan juga menunjukkan pendekatan perlombaan yang terukur. Ia sempat berada di belakang Hwang Sun-woo ketika mencapai titik balik 50 meter. Setelah itu, Pan meningkatkan kecepatan pada paruh kedua dan menyelesaikan penyisihan sebagai perenang tercepat. Dengan demikian, ia berhasil melaju ke final dengan modal positif.
Dalam final, Pan kembali membutuhkan akselerasi pada bagian akhir untuk memastikan kemenangan. Kim sempat berada di depan, tetapi Pan mampu mengejar sebelum menyentuh dinding. Selanjutnya, selisih 0,04 detik menjadi penentu antara medali emas dan perak. Oleh sebab itu, perlombaan tersebut menunjukkan ketatnya persaingan sprint putra di Asia.
Bagi Pan, kemenangan tersebut juga mempertegas statusnya sebagai salah satu sprinter terkemuka Asia. Sementara itu, Kim dan Hwang menunjukkan bahwa Korea Selatan memiliki kekuatan pada nomor sprint. Selain itu, hasil tersebut membuat podium 100 meter gaya bebas di isi perenang China dan Korea Selatan. Dengan demikian, final Tokyo menghasilkan persaingan ketat sekaligus catatan penting bagi ketiga peraih medali Pan Zhanle Rebut Emas.